Senin, 27 Februari 2012

Pelajaran 9 "Alkitab dan Sejarah"

Pelajaran 9 *25 Februari – 2 Maret 2012


Alkitab dan Sejarah


PELAJARAN PEKAN INI:

Mazmur 104:1-9; Wahyu 1:1-3; II Petrus 1:21; Daniel 2; Wahyu 12:7-17; Roma 16:20;

II Korintus 5:17-19.



Mazmur 104:1-9

104:1 Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak,

104:2 yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda,

104:3 yang mendirikan kamar-kamar loteng-Mu di air, yang menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Mu, yang bergerak di atas sayap angin,

104:4 yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu,

104:5 yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya.

104:6 Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melampaui gunung-gunung.

104:7 Terhadap hardik-Mu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara guntur-Mu,

104:8 naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kautetapkan bagi mereka.

104:9 Batas Kautentukan, takkan mereka lewati, takkan kembali mereka menyelubungi bumi.


Wahyu 1:1-3

1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.

1:2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.

1:3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.



II Petrus 1:21

1:21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.



Daniel 2

2:1 Pada tahun yang kedua pemerintahan Nebukadnezar bermimpilah Nebukadnezar; karena itu hatinya gelisah dan ia tidak dapat tidur.

2:2 Lalu raja menyuruh memanggil orang-orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para Kasdim, untuk menerangkan kepadanya tentang mimpinya itu; maka datanglah mereka dan berdiri di hadapan raja.

2:3 Kata raja kepada mereka: "Aku bermimpi, dan hatiku gelisah, karena ingin mengetahui mimpi itu."

2:4 Lalu berkatalah para Kasdim itu kepada raja (dalam bahasa Aram): "Ya raja, kekallah hidupmu! Ceriterakanlah kepada hamba-hambamu mimpi itu, maka kami akan memberitahukan maknanya."

2:5 Tetapi raja menjawab para Kasdim itu: "Aku telah mengambil keputusan, yakni jika kamu tidak memberitahukan kepadaku mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan dipenggal-penggal dan rumah-rumahmu akan dirobohkan menjadi timbunan puing;

2:6 tetapi jika kamu dapat memberitahukan mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan menerima hadiah, pemberian-pemberian dan kehormatan yang besar dari padaku. Oleh sebab itu beritahukanlah kepadaku mimpi itu dengan maknanya!"

2:7 Mereka menjawab pula: "Silakan tuanku raja menceriterakan mimpi itu kepada hamba-hambanya ini, maka kami akan memberitahukan maknanya."

2:8 Jawab raja: "Aku tahu benar-benar, bahwa kamu mencoba mengulur-ulur waktu, karena kamu melihat, bahwa aku telah mengambil keputusan,

2:9 yakni jika kamu tidak dapat memberitahukan kepadaku mimpi itu, maka kamu akan kena hukuman yang sama; dan aku tahu bahwa kamu telah bermufakat untuk mengatakan kepadaku hal-hal yang bohong dan busuk, sampai keadaan berubah. Oleh sebab itu ceriterakanlah kepadaku mimpi itu, supaya aku tahu, bahwa kamu dapat memberitahukan maknanya juga kepadaku."

2:10 Para Kasdim itu menjawab raja: "Tidak ada seorang pun di muka bumi yang dapat memberitahukan apa yang diminta tuanku raja! Dan tidak pernah seorang raja, bagaimanapun agungnya dan besar kuasanya, telah meminta hal sedemikian dari seorang berilmu atau seorang ahli jampi atau seorang Kasdim.

2:11 Apa yang diminta tuanku raja adalah terlalu berat, dan tidak ada seorang pun yang dapat memberitahukannya kepada tuanku raja, selain dari dewa-dewa yang tidak berdiam di antara manusia."

2:12 Maka raja menjadi sangat geram dan murka karena hal itu, lalu dititahkannyalah untuk melenyapkan semua orang bijaksana di Babel.

2:13 Ketika titah dikeluarkan supaya orang-orang bijaksana dibunuh, maka Daniel dan teman-temannya pun terancam akan dibunuh.

2:14 Lalu berkatalah Daniel dengan cerdik dan bijaksana kepada Ariokh, pemimpin pengawal raja yang telah pergi untuk membunuh orang-orang bijaksana di Babel itu,

2:15 katanya kepada Ariokh, pembesar raja itu: "Mengapa titah yang begitu keras ini dikeluarkan oleh raja?" Lalu Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel.

2:16 Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.

2:17 Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya,

2:18 dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.

2:19 Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit.

2:20 Berkatalah Daniel: "Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!

2:21 Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian;

2:22 Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya.

2:23 Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja."

2:24 Sebab itu pergilah Daniel kepada Ariokh yang telah ditugaskan raja untuk melenyapkan orang-orang bijaksana di Babel; maka pergilah ia serta berkata kepadanya, demikian: "Orang-orang bijaksana di Babel itu jangan kaulenyapkan! Bawalah aku menghadap raja, maka aku akan memberitahukan kepada raja makna itu!"

2:25 Ariokh segera membawa Daniel menghadap raja serta berkata kepada raja demikian: "Aku telah mendapat seorang dari antara orang-orang buangan dari Yehuda, yang dapat memberitahukan makna itu kepada raja."

2:26 Bertanyalah raja kepada Daniel yang namanya Beltsazar: "Sanggupkah engkau memberitahukan kepadaku mimpi yang telah kulihat itu dengan maknanya juga?"

2:27 Daniel menjawab, katanya kepada raja: "Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum.

2:28 Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini:

2:29 Sedang tuanku ada di tempat tidur, ya tuanku raja, timbul pada tuanku pikiran-pikiran tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari, dan Dia yang menyingkapkan rahasia-rahasia telah memberitahukan kepada tuanku apa yang akan terjadi.

2:30 Adapun aku, kepadaku telah disingkapkan rahasia itu, bukan karena hikmat yang mungkin ada padaku melebihi hikmat semua orang yang hidup, tetapi supaya maknanya diberitahukan kepada tuanku raja, dan supaya tuanku mengenal pikiran-pikiran tuanku.

2:31 Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan.

2:32 Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga,

2:33 sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat.

2:34 Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk.

2:35 Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.

2:36 Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja:

2:37 Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan,

2:38 dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di mana pun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu -- tuankulah kepala yang dari emas itu.

2:39 Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.

2:40 Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.

2:41 Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat.

2:42 Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian.

2:43 Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.

2:44 Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya,

2:45 tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai."

2:46 Lalu sujudlah raja Nebukadnezar serta menyembah Daniel; juga dititahkannya mempersembahkan korban dan bau-bauan kepadanya.

2:47 Berkatalah raja kepada Daniel: "Sesungguhnyalah, Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu."

2:48 Lalu raja memuliakan Daniel: dianugerahinyalah dengan banyak pemberian yang besar, dan dibuatnya dia menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijaksana di Babel.

2:49 Atas permintaan Daniel, raja menyerahkan pemerintahan wilayah Babel itu kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, sedang Daniel sendiri tinggal di istana raja.

Wahyu 12:7-17

12:7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,

12:8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.

12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

12:12 Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."

12:13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.

12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

12:15 Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.

12:16 Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.

12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.



Roma 16:20

16:20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!



II Korintus 5:17-19

5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.

5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.


AYAT HAFALAN:

“Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa” (Wahyu 1:8)



POKOK PIKIRAN:

Allah kita bekerja dalam sejarah dan melalui sejarah, di dalam dan melalui sejarah Dia telah memberikan kita bukti yang kuat untuk iman kita.



Apakah sejarah manusia merupakan rentetan peristiwa yang tidak berarti, atau adakah petunjuk kea rah tujuan tertentu, yang semuanya sesuai dengan rencana? Alkitab jelas menyatakan bahwa yang terakhir itu benar.

Penulis Alkitab Perjanjian Lama dan Baru menegaskan bahwa Allah mengatur sejarah dan menyatakan diri-Nya sendiri dalam sejarah itu.

Namun, tidak semua sejarah menyatakan kehendak Allah: Manusia bebas untuk membuat pilihan buruk, pilihan-pilihan yang mempengaruhi sejarah. Intinya adalah bahwa karena Allah bekerja melalui sejarah bukan berarti Dia yang menyebabkan itu semua terjadi. Malahan, itu berarti bahwa meskipun manusia penuh dengan akal bulus dan kejahatan, Allah ada di sana, melakukan kehendak-Nya dan kemudian Dia akan membawa sejarah kepada suatu akhir yang agung dan mulia.

Umat Kristen yang Alkitabiah percaya bahwa para penulis Alkitab bekerja menurut kerangka yang telah dinyatakan Allah dan kemudian Dia mengilhami mereka untuk menulis kejadian yang paling signifikan dalam sejarah manusia. Bahkan Allah sering menyediakan tafsiran dari kejadian-kejadian ini sehingga kita dapat memahami apa yang penulis itu maksudkan.

Pekan ini kita akan menyelidiki sedikit bagaimana Allah telah bekerja di dalam dan melalui sejarah dunia.


*Pelajari Pelajaran Pekan ini untuk persiapan Sabat, 3 Maret.


Kamis, 23 Februari 2012

PENDALAMAN PELAJARAN 8

Jumat, 24 Februari 2012





PENDALAMAN: (PELAJARAN 8 )


“Pada mula pertama, Allah dinyatakan dalam segala ciptaan-Nya. Kristuslah yang membentangkan langit, dan yang meletakan dasar bumi ini. Tangan-Nyalah yang mengangtungkan segala dunia di angkasa, dan yang membentuk segala bunga di padang.” “Engkaulah yang menegakan gunung-gunung dengan kekuatan-Mu”. Kepunyaan-Nyalah laut. Dialah yang menjadikannya”

Mazmur 65:7, 95:5. Ialah yang mengisi bumi ini dengan keindahan, dan udara dengan nyanyian. Dan pada segala benda yang ada di bumi, di udara, dan di langit, Ia menyuratkan kabar kasih Bapa.



Mazmur 65:7
Engkau, yang menegakkan gunung-gunung dengan kekuatan-Mu, sedang pinggang-Mu berikatkan keperkasaan;

Mazmur 95:5
Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya.

“Kini dosa sudah menodai benda-benda ciptaan Allah yang sempurna itu, namun tulisan tangan itu masih senantiasa ada. Sekarang ini pun semua benda ciptaan itu masih menunjukan kemuliaan kebesaran-Nya. Tak satu pun, yang hidup untuk kepentingannya sendiri kecuali hati manusia yang mementingkan diri. Tidak seekor burung yang terbang di udara, tidak seekor binatang yang bergerak di atas tanah, yang tidak mendatangkan kebahagiaan kepada sesuatu makhluk lain. Tiada sehelai daun yang di hutan, atau rumput yang biasa sekalipun, yang tidak mempunyai peran. Tiap pohon, belukar dan daun menyumbangkan unsur hidup, yang tanpa itu baik manusia maupun binatang tidak dapat hidup; sebaliknya manusia serta binatang, melayani kebutuhan hidup pohon, belukar dan daun. Bunga-bungaan menghamburkan semerbak harum serta memamerkan keindahannya guna berkat bagi dunia. Matahari memancarkan cahaya untuk mengembirakan ribuan dunia. Lautan, yakni sumber segala mata air kita itu, menerima semua air sungai dari segenap negeri, tetapi menerima untuk kemudian member. Kabut yang naik dari permukaannya jatuh berupa hujan lebat untuk membasahi bumi, agar dapat mengeluarkan hasil”. –
Ellen G. White, Alfa dan Omega, Jilid 5, Halaman 14.




PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN:

1. Di kelas, kembalilah ke jawaban Anda untuk pertanyaan akhir hari Selasa. Bagaimanakah respon Anda kepada orang yang berkata “Yesus akan datang segera, jadi mengapa saya harus peduli terhadap lingkungan?”

2. Bagaimanakah kita sebagai orang Kristen mempertahankan keseimbangan pemahaman akan perlunya kepedulian terhadap lingkungan, dalam waktu yang sama tidak ikut terlibat dalam gerakan-gerakan ekstremis masalah lingkungan? Mengapa sangat penting untuk tidak terlibat dengan mereka, terutama mereka yang suka politik?

3. Jika Anda punya sumber daya, lakukan penelitian bagaimana pentingnya menjadi vegetarian demi kelestarian lingkungan dibanding dengan makan daging. Diskusikan penemuan Anda dengan anggota kelas.




RANGKUMAN:

Tidak ada keraguan, dunia ini segera akan berakhir; itu tidak akan berlangsung selamanya. Dan ya, Yesus segera datang. Semua itu benar; tetapi tidak satupun kebenaran ini memberikan kita hak, atau mandat, untuk merusak bumi. Sebagai orang Kristen, kita harus berusaha untuk memelihara alam yang Allah telah ciptakan bagi kita.

Rabu, 22 Februari 2012

KUASA UMAT MANUSIA

Kamis, 23 Februari 2012


KUASA UMAT MANUSIA


“Berfirmanlah Allah: ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayat di bumi’, Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ‘Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi’. (Kejadian 1: 26,28).


Kejadian 1:26,28

1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."


Dalam kedua ayat di atas kita memiliki referensi terawal dari Alkitab bagaimana umat manusia berhubungan dengan dunia ciptaan. Baca kedua ayat tersebut dengan lebih teliti dan penuh doa, pikirkan dalam konteks pemeliharaan ciptaan dan peduli lingkungan, dan kemudian jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

1. Seberapa menyeluruhkah penguasaan manusia atas bumi ini?

………………………………………………………………

2. Apakah maksudnya kita harus menaklukan dan menguasai segala yang ada di bumi? Apakah ada dalam ayat itu memberikan manusia kebebasan untuk menyalahgunakan dan merusak ciptaan?

…………………………………………………………………………………………………..

3. Kejadian 1:28 berkata bahwa mereka “memenuhi bumi, “Terjemahan Ibrani berarti “mengisi bumi”. Bagaimanakah hal itu seharusnya dapat di pahami sehubungan dengan pertanyaan bagaimana hal itu seharusnya diperlakukan?

………………………………………………………………………………………………....

Tidak diragukan, manusia harus memerintah atas bumi ini, paling tiidak di bawah kuasa dan petunjuk Tuhan. Fakta bahwa ayat ini diberikan dalam dunia yang belum jatuh, satu dunia tanpa dosa dan kematian dan penderitaan, seharusnya mengajar kita bahwa berkuasa atas kekayaan alam, bukan berarti suatu eksploitasi habis-habisan dan merampas alam, hal itu tentu saja tidak terjadi dalam dunia sebelum dosa. Menaklukan dan menguasai, tidak berarti menghancurkan bumi ini.

Tentu saja, banyak perubahan terjadi sejak: kejatuhan, air bah, dan kutukan (Kejadian 3:17-19), serta kemerosotan secara menyeluruh yang disebabkan oleh dosa. Namun, kita tidak dapat melihat dalam ayat ini pernyataan yang membenarkan tindakan merampas dan merusak planet itu sendiri. Kita dapat melihat tanggung-jawab umat manusia dalam ayat ini, sebagai penguasa atas dunia ini, untuk memeliharanya karena Allah menciptakannya dan semuanya itu “sungguh amat baik”.


Kejadian 3:17-19

3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;

3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."



Selasa, 21 Februari 2012

LINGKUNGAN DAN SABAT

Rabu, 22 Februari 2012

LINGKUNGAN DAN SABAT

“Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas” (Amsal 27:20). Bagaimanakah kebenaran ayat ini langsung berdampak terhadap seluruh pertanyaan akan kepedulian ciptaan dan bahaya akan sikap eksploitasi kita terhadap lingkungan?

Amsal 27:20

Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas.

Seperti pernyataan (pelajaran hari Senin), masalah pokok dari lingkungan kita saat ini ialah: “keegoisan dan kegelojohan manusia untuk mendapatkan lebih dan lebih banyak lagi melalui peningkatan produksi, pemakaian yang tidak terbatas dan pengurangan sumber daya bumi yang tidak dapat di perbaharui lagi”. Dengan kata lain, manusia hanya ingin lebih dan lebih, dan satu-satunya tempat mereka untuk mendapatkannya adalah bumi ini. Masalahnya bukan dengan penggunaan sumber daya alam, tetapi adalah keserahkahan manusia yang tidak pernah merasa cukup. Kapankah Anda terakhir kali mendengar seseorang tidak peduli seberapa kaya dia, mengatakan bahwa mereka telah mempunyai cukup uang?

Di tengah-tengah semuanya ini, Allah telah memberikan kepada umat manusia karunia Sabat.

Bacalah ayat-ayat tentang Sabat berikut ini. Walaupun kita cenderung memikirkan ayat-ayat tersebut dalam konteks lain, cobalah pikirkan dalam konteks bagaimana memelihara Sabat, dengan memerintahkan kita untuk berhenti dari pekerjaan kita, untuk berhenti dari mencari uang dan melakukan kegiatan bisnis kita, dapat berdampak yang nyata pada kebaikan lingkungan.

Keluaran 20:8-11 …………………………………………………………………………………………

Nehemia 13:16-19 ………………………………………………………………………………………..

Keluaran 20:8-11

20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Nehemia 13:16-19

13:16 Juga orang Tirus yang tinggal di situ membawa ikan dan pelbagai barang dagangan dan menjual itu kepada orang-orang Yehuda pada hari Sabat, bahkan di Yerusalem.

13:17 Lalu aku menyesali pemuka-pemuka orang Yehuda, kataku kepada mereka: "Kejahatan apa yang kamu lakukan ini dengan melanggar kekudusan hari Sabat?

13:18 Bukankah nenek moyangmu telah berbuat demikian, sehingga Allah kita mendatangkan seluruh malapetaka ini atas kita dan atas kota ini? Apakah kamu bermaksud memperbesar murka yang menimpa Israel dengan melanggar kekudusan hari Sabat?"

13:19 Kalau sudah remang-remang di pintu-pintu gerbang Yerusalem menjelang hari Sabat, kusuruh tutup pintu-pintu dan kuperintahkan supaya jangan dibuka sampai lewat hari Sabat. Dan aku tempatkan beberapa orang dari anak buahku di pintu-pintu gerbang, supaya tidak ada muatan yang masuk pada hari Sabat.

Tentu saja, Sabat adalah perihal mengingat bahwa Allah telah menciptakan dunia ini (seharusnya hal itu membuat kita sadar tentang bagaimana kita memperlakukannya), tetapi Sabat juga adalah mengenai berhenti dari usaha mencari uang.

Oleh memelihara Sabat, dengan tujuan mengambil sepertujuh dari kehidupan kita setiap pekan tanpa pengecualian, dan tidak mengejar kekayaan uang dan harta, kita tidak hanya memiliki sebuah pengingat mingguan yang kuat bahwa kehidupan bukan hanya sebatas mencari uang, tetapi kita juga sering menahan diri dari pengejaran semuanya itu, yang bilamana dilakukan secara berlebihan, akan menimbulkan kerusakan pada bumi.

Bagaimanakah pemeliharaan Sabat menjadi satu cara menolong mengendalikan ketamakan diri Anda dan keinginan untuk mendapatkan lebih lagi? Seberapa seringkah daya tarik uang mencobai Anda untuk melanggar hari Sabat?