Selasa, 07 Februari 2012

HUKUM DAN NABI-NABI

Rabu, 8 Februari 2012

HUKUM DAN NABI-NABI


Sedikit saja argument yang menentang keberadaan hukum sesudah Sinai. Tulisan-tulisan Perjanjian Lama penuh dengan referensi terhadap hukum itu. Dan meskipun, sangat sering, referensi-referensi ini berhubungan dengan pelanggaran Bangsa Israel terhadap hukum dan hukuman yang datang sesudah itu, ayat yang lain menyatakan kasih yang besar dan penghormatan orang Israel terhadap sepuluh hukum itu, bukan hanya sepuluh hukum tetapi termasuk semua peraturan dan ketetapan-ketetapan yang Allah telah berikan kepada umat-Nya.

Dalam hal apakah ayat-ayat berikut memuji hukum? Sikap apakah yang mereka nyatakan?

Yesaya 48:17,18 ……………………………………………………………………………

Mazmur 119:69-72 …………………………………………………………………………

Mazmur 119:97-103 ……………………………………………………………………..

Yermia 31:33 ……………………………………………………………………………………



Yesaya 48:17

48:17 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.

48:18 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,


Mazmur 119:69-72

119:69 Orang yang kurang ajar menodai aku dengan dusta, tetapi aku, dengan segenap hati aku akan memegang titah-titah-Mu.

119:70 Hati mereka tebal seperti lemak, tetapi aku, Taurat-Mu ialah kesukaanku.

119:71 Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.

119:72 Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.


Mazmur 119:97-103

119:97 Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.

119:98 Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.

119:99 Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.

119:100 Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.

119:101 Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.

119:102 Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.

119:103 Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.


Yermia 31:33

Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.



Berlawanan dengan kepercayaan popular, walaupun orang Israel (idealnya) mencintai hukum, bagi mereka yang mengerti fungsi hokum itu tidak pernah melihat hukum sebagai alat keselamatan.

Agama orang Ibrani selalu merupakan agama kasih karunia, bahkan walaupun orang-orang beralih dari satu ekstrem kepada ekstrem yang lain: dari menginjak-injak hukum secara terbuka dan mencolok, sebagaimana dalam periode bait suci pertama, kepada legalisme ekstrem, sebagaimana terlihat sangat jelas dalam kehidupan pada zaman Yesus.

Tetapi mengapa Bangsa Israel memiliki cinta seperti itu terhadap hukum? Lagipula, jika seseorang mengerti hukum bukan hanya meliputi sepuluh hukum tetapi seluruh pengajaran kitab Perjanjian Lama, terutama lima buku Musa, maka Anda mengerti bahwa yang mereka cintai adalah pekabaran keselamatan, kasih karunia, dan penebusan.

Mereka mencintai “kebenaran” yang dinyatakan kepada mereka dan mereka betul-betul memahaminya. Itu bukanlah cinta akan peraturan, tetapi cinta terhadap sekumpulan pedoman dan prinsip-prinsip, yang jika dipelihara akan membuka jalan bagi banyak berkat dan janji-janji, karena semua yang diberikan Allah kepada mereka adalah untuk kebaikan dan kesejahteraan mereka.

Apakah ada perbedaan sekarang ini?


Pikirkanlah semua yang Allah telah berikan kepada kita sebagai satu umat. Bagaimanakah kita dapat menghidupkan lebih baik lagi terang indah yang olehnya kita telah diberkati?




Senin, 06 Februari 2012

SABAT SEBELUM SINAI

Selasa, 7 Februari 2012

SABAT SEBELUM SINAI

Allah tidak menyatakan bahwa Dia menyampaikan prinsip kekal hukumNya kepada manusia sebelum di Sinai, tetapi ada bukti yang jelas dan kuat bahwa pemberian hukum di Sinai bukanlah awalnya dunia terbuka akan ajaran itu.

Banyak orang, terpaksa mengakui hal itu, malahan menganjurkan bahwa yang pertama diberikan di Sinai hanyalah perintah Sabat, tidak termasuk yang lainnya, dan itulah sebabnya hukum tersebut semata-mata untuk orang Yahudi dan tidak tergolong untuk orang Kristen saat ini. Seberapa absahkah pertanyaan itu?

Baca Kejadian 2:1-3. Apakah yang ayat ini ajarkan kepada kita mengenai Sabat sebelum Sinai?

Kejadian 2:1-3

2:1 Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.

2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.


Berikutnya, dalam Keluaran 5:1-5. Alkitab menyatakan bahwa Musa dan Harun bergelut dengan Firaun dalam hal membiarkan orang Israel pergi. Ayat 5 secara khusus menjelaskannya.

Keluaran 5:1-5

5:1 Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Biarkanlah umat-Ku pergi untuk mengadakan perayaan bagi-Ku di padang gurun."

5:2 Tetapi Firaun berkata: "Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi."

5:3 Lalu kata mereka: "Allah orang Ibrani telah menemui kami; izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami, supaya jangan nanti mendatangkan kepada kami penyakit sampar atau pedang."

5:4 Tetapi raja Mesir berkata kepada mereka: "Musa dan Harun, mengapakah kamu bawa-bawa bangsa ini melalaikan pekerjaannya? Pergilah melakukan pekerjaanmu!"

5:5 Lagi kata Firaun: "Lihat, sekarang telah terlalu banyak bangsamu di negeri ini, masakan kamu hendak menghentikan mereka dari kerja paksanya!"


Baca Keluaran 5:5. Petunjuk apakah disana mengenai hari Sabat?

Respons Firaun, “Kamu membuat mereka beristirahat dari pekerjaan mereka!” (NKJV), nampaknya cukup jelas. Bahasa aslinya bahkan menyebutkan lebih tajam.

Walaupun disana ada beberapa kata untuk beristirahat , kata kerja yang Firaun gunakan adalah mengembangkan kata untuk “Sabat”. Bahasa yang menarik dari Firaun kepada Musa dan Harun dibaca seperti ini, “Kamu buat mereka berhari Sabat dari pekerjaan mereka!” suatu petunjuk, jika tak ada yang lain, kepada kenyataan tentang Sabat hari perhentian sebelum Sinai.


Walaupun demikian, bukti konkret Sabat sebelum Sinai, lebih dulu muncul di Keluaran 16, ketika Allah dengan ajaib menyediakan roti manna bagi Bangsa Israel di padang belantara. Keajaiban 40 tahun ini dimulai sebelum anak-anak Israel mencapai Gunung Sinai.

Baca Keluaran 16:4-30, terutama focus pada ayat 23-30. Bagaimanakah ayat ini membuktikan keberadaan Sabat hari ketujuh, Sabat sebelum pengalaman di Gunung Sinai?

Keluaran 16:4-30

16:4 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.

16:5 Dan pada hari yang keenam, apabila mereka memasak yang dibawa mereka pulang, maka yang dibawa itu akan terdapat dua kali lipat banyaknya dari apa yang dipungut mereka sehari-hari."

16:6 Sesudah itu berkatalah Musa dan Harun kepada seluruh orang Israel: "Petang ini kamu akan mengetahui bahwa TUHANlah yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir.

16:7 Dan besok pagi kamu melihat kemuliaan TUHAN, karena Ia telah mendengar sungut-sungutmu kepada-Nya. Sebab, apalah kami ini maka kamu bersungut-sungut kepada kami?"

16:8 Lagi kata Musa: "Jika memang TUHAN yang memberi kamu makan daging pada waktu petang dan makan roti sampai kenyang pada waktu pagi, karena TUHAN telah mendengar sungut-sungutmu yang kamu sungut-sungutkan kepada-Nya -- apalah kami ini? Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, tetapi kepada TUHAN."

16:9 Kata Musa kepada Harun: "Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Marilah dekat ke hadapan TUHAN, sebab Ia telah mendengar sungut-sungutmu."

16:10 Dan sedang Harun berbicara kepada segenap jemaah Israel, mereka memalingkan mukanya ke arah padang gurun -- maka tampaklah kemuliaan TUHAN dalam awan.

16:11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

16:12 "Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu."

16:13 Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.

16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.

16:15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.

16:16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa."

16:17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit.

16:18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.

16:19 Musa berkata kepada mereka: "Seorang pun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi."

16:20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka.

16:21 Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.

16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.

16:23 Lalu berkatalah Musa kepada mereka: "Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi."

16:24 Mereka membiarkannya di tempatnya sampai keesokan harinya, seperti yang diperintahkan Musa; lalu tidaklah berbau busuk dan tidak ada ulat di dalamnya.

16:25 Selanjutnya kata Musa: "Makanlah itu pada hari ini, sebab hari ini adalah sabat untuk TUHAN, pada hari ini tidaklah kamu mendapatnya di padang.

16:26 Enam hari lamanya kamu memungutnya, tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat; maka roti itu tidak ada pada hari itu."

16:27 Tetapi ketika pada hari ketujuh ada dari bangsa itu yang keluar memungutnya, tidaklah mereka mendapatnya.

16:28 Sebab itu TUHAN berfirman kepada Musa: "Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-Ku dan hukum-Ku?

16:29 Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorang pun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu."

16:30 Lalu beristirahatlah bangsa itu pada hari ketujuh.


Perhatikan perkataan Allah kepada Musa dalam ayat 28, “Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-Ku?” Sebuah petunjuk yang jelas bahwa hukum Allah dan perintah-perintah-Nya telah ada sebelum pernyataan di Sinai, dan bahwa diantara perintah-perintah dan hokum itu ialah Sabat hari ketujuh. Jadi, walaupun sesuatu yang sangat besar terjadi dengan pemberian hokum di Sinai, Sepuluh Hukum itu sendiri dengan jelas tidaklah baru.

Bagaimana pengalaman Sabat Anda? Apakah Anda mencintai hari Sabat, takut terhadapnya, atau Anda merasa bertentangan dengannya? Apakah yang dapat Anda lakukan untuk memiliki pengalaman yang lebih dalam dan lebih kaya dengan Allah melalui karunia hari Sabat-Nya?




Minggu, 05 Februari 2012

HUKUM SEBELUM SINAI

Senin, 6 Februari 2012

HUKUM SEBELUM SINAI


Sebagaimana umat Masehi Advent Hari Ketujuh ketahui, manakala kita berbicara mengenai hukum, sepuluh hukum, dan Sinai, kita akan segera mendengar komentar bahwa Sepuluh Hukum diberikan pertama kali kepada Orang Yahudi di Sinai, maka, hukum itu adalah untuk orang Yahudi atau sebuah lembaga Perjanjian Lama dan tidak dapat dipakai untuk jaman kita sekarang ini.

Tentu saja banyak masalah terjadi dengan teologi tersebut, persoalan terbesar jika ini benar, bagaimanakah mungkin ada dosa sebelum Sinai, “Sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah” ( I Yohanes 3:4 )? Kenyataannya ialah bahwa buku Kejadian jauh sebelumnya telah memberi sebuah kesaksian yang menakjubkan akan keberadaan hukum Allah sebelum Sinai

Kejadian 1 dan 2 menjelaskan karya ciptaan Allah yang sempurna, Kejadian 3 mencatat kejatuhan Adam dan Hawa. Dalam pasal berikutnya, Kejadian 4, mencatat tentang pembunuh pertama,

Bagaimana Kain tahu bahwa dia bersalah telah membunuh saudaranya jika disana tidak ada hukum yang menegaskan pembunuhan sebagai dosa?

Jauh sebelum Sinai, Allah dengan tegas mencela pembunuhan dalam perjanjian yang Dia tetapkan dengn Nuh sesudah air bah (Kejadian 9:6). Dalam Kitab Ayub, kitab tertua dalam Alkitab, kita menemukan bahwa Allah memuji kebenaran Ayub dua kali. Apakah yang Dia katakan tentang karakter Ayub? (Ayub 1:8; Ayub 2:3). Sungguh disana ada standar mengenai perbuatan yang benar dan salah. Ayub hidup jauh sebelum Keluaran, bahkan dia belum termasuk dalam lingkup umat perjanjian.


Kejadian 9:6

Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.

Ayub 1:8

Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."


Ayub 1:3

Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.



Baca Ayub 24:14,15. Bagaimanakah ayat ini menolong kita memahami apa yang termasuk dalam standar kebenaran dan kesalahan?

Ayub 24:14,15

24:14 Pada parak siang bersiaplah si pembunuh, orang sengsara dan miskin dibunuhnya, dan waktu malam ia berlaku seperti pencuri.

24:15 Orang yang berzinah menunggu senja, pikirnya: Jangan seorang pun melihat aku; lalu dikenakannya tudung muka.



Ketika Abraham berbohong mengenai Sara kepada Abimelekh, Allah memarahi Abraham akan kebohongannya. Dan bahkan meskipun Abimelekh adalah raja Gerar dan bukan keturunan Israel, Allah menuntun dia kepada standar yang sama tentang kesucian pernikahan yang ditemukan dalam sepuluh perintah Allah dan meminta Sara dikembalikan kepada Abraham (baca Kejadian 20:9).

Kejadian 20:9

Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya: "Perbuatan apakah yang kaulakukan ini terhadap kami, dan kesalahan apakah yang kulakukan terhadap engkau, sehingga engkau mendatangkan dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hal-hal yang tidak patut kepadaku."



Kesaksian apakah Allah berikan kepada Ishak mengenai Abraham, ayahnya? Kejadian 26:4,5.

Kejadian 26:4,5

26:4 Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,

26:5 karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku."


Alangkah mengagumkan Kejadian 26:5 ini sehingga Bahasa Ibrani mengunakan empat kata yang berbeda, mshmrt, mzvot, huqot, dan lorot (dari Torah “hukum”) untuk menjelaskan apa yang Abraham turuti: tentu saja di antara semua ini adalah sepuluh hukum.


Ketika Allah menyuruh Yakub kembali ke Betel untuk membangun sebuah mezbah bagi-Nya, dia merasakan perlunya kebangunan rohani dalam rumah tangganya. Apakah yang dia minta untuk dilakukan oleh seisi rumahnya? (lihat Kejadian 35:2,3).

Kejadian 35:2,3

35:2 Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu.

35:3 Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh."


Dengan jelas, pemikiran bahwa tidak ada hukum sebelum Tuhan memberikannya di Sinai akan menghapus begitu banyak terang Alkitab yang mengajarkan mengenai kehidupan sebelum Sinai.




Sabtu, 04 Februari 2012

HUKUM DI SINAI

Minggu, 5 Februari 2012


HUKUM DI SINAI



Baca Keluaran 19:18,19; Keluaran 20:18; Ulangan 5:22; dan Ibrani 22:21, gambaran tentang pemberian hukum di Gunung Sinai. Mengapa hal itu menjadi sesuatu yang sangat mengerikan?

Keluaran 19:18,19

19:18 Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat.

19:19 Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh.

Keluaran 20:18

Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh.

Ulanagan 5:22

Firman itulah yang diucapkan TUHAN kepada seluruh jemaahmu dengan suara nyaring di gunung, dari tengah-tengah api, awan dan kegelapan, dan tidak ditambahkan-Nya apa-apa lagi. Ditulis-Nya semuanya pada dua loh batu, lalu diberikan-Nya kepadaku."

Ibrani 12:21

Dan sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata: "Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar."


“Bangsa Israel diliputi oleh kegentaran. Kuasa Allah yang hebat dalam mengucapkan hukum itu kelihatannya lebih besar dari pada apa yang dapat ditanggung oleh hati mereka yang dipenuhi kegentaran itu. Oleh karena apabila undang-undang yang agung itu dihadapkan kepada mereka, mereka baru menyadari tentang kejinya sifat dosa itu, dan juga kesalahan mereka dalam pemandangan Allah. Mereka undur dari bukit itu dengan rasa gentar dan takut”. –Ellen G. White, Alfa dan Omega, Jilid 1, Halaman 363.


Ada hal yang sangat kuat dalam kutipan Ellen White di atas. Sementara hukum diberikan kepada mereka, bangsa itu menyadari “tidak pernah sebelumnya” betapa buruknya dosa dan kesalahan mereka sendiri di mata Allah.

Jadi, dari awal hubungan perjanjian Bangsa Israel dengan Allah, kita dapat melihat sebuah pernyataan Injil dalam hukum. Hukum tidak pernah mengartikan suatu keselamatan, bahkan di Sinai; itu lebih menunjukan kepada bangsa itu kebutuhan mereka akan keselamatan. Tepat sesudah pemberian hukum, kepada mereka diberikan perintah untuk membangun kemah suci, yang menyatakan kepada mereka rencana keselamatan. Hukum menuntun manusia kepada salib, kepada kebutuhan mereka akan pendamaian dan penebusan. Maka , tidak heran, bahwa mereka gemetar di depan hokum, karena hokum menunjukan kepada mereka betapa berdosanya dan betapa dalamnya mereka telah jatuh.



Baca Roma 7:8-13. Bagaimanakah ayat-ayat tersebut mengungkapkan kebenaran penting ini? Apakah yang Paulus katakana tentang hokum? Lihat juga Mazmur 119:6

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Roma 7: 8-13

7:8 Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati.

7:9 Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup,

7:10 sebaliknya aku mati. Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian.

7:11 Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku.

7:12 Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.

7:13 Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa.

Mazmur 119:6

Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu.

Dalam suatu pengertian, Paulus disini sedang membicarakan tentang apa yang Ellen White katakan terjadi di Sinai. Masalahnya bukan dengan Hukum Allah; masalahnya ialah dengan orang berdosa yang telah melanggar hokum, sebagaimana kita semua telah melanggarnya. Paulus menunjukan bagaimana hukum tidak dapat dipisahkan dari Injil, bahwa hukum menunjukan kepada kita betapa berdosa dan jatuh kita ini.



Baca Keluaran 20:1-17. Apakah anda pernah merasa gemetar berhadapan dengan hukum Allah? Apakah anda menemukan diri anda sendiri diyakinkan oleh hukum itu? Perasaan apakah yang anda rasakan sementara membaca hukum dan membandingkan diri anda dengannya?

Keluaran 20:1-17

20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:

20:2 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.

20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

20:13 Jangan membunuh.

20:14 Jangan berzinah.

20:15 Jangan mencuri.

20:16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

20:17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."