Sabtu, 28 Januari 2012

Pelajaran 5. Kekudusan Allah

Pelajaran 5 *28 Juni – 3 Februari 2012

Kekudusan Allah

SABAT PETANG

BACALAH PELAJARAN PEKAN INI: Matius 11:10; Markus 1:2; Kejadian 2:3; Ayub 42:5,6; Lukas 5:1-11; Lukas 4:31-36; Yesaya 6:1-3; Wahyu 4:8,9.


Matius 11:10

Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.


Markus 1:2

Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;


Kejadian 2:3

Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.


Ayub 42:5, 6

42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."


Lukas 5: 1-11

5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.

5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.

5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."

5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."

5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."

5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;

5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.


Lukas 4:31-36

4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.

4:32 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.

4:33 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:

4:34 "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."

4:35 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.

4:36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar."


Yesaya 6: 1-3

6:1 Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

6:2 Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang.

6:3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!"


Wahyu 4: 8,9

4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

4:9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya.



AYAT HAFALAN: “Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah TUHAN, Allah kita!” (Matius 99:9)


POKOK PIKIRAN: Kitab Suci memberikan banyak perhatian kepada kekudusan Allah. Bagaimanakah kekudusan ini menceritakan kepada kita mengenai siapa Allah itu dan apa artinya itu untuk rencana keselamatan?

Salah satu yang paling pokok dari asumsi semua penulis Alkitab ialah bahwa Allah ada di surga. Tidak seorangpun pernah menyatakan suatu keraguan tentang hal itu; tidak seorangpun juga membuat semacam upaya untuk membuktikannya. Keberadaan Allah ialah sesuatu yang diberikan, sebuah titik pangkal, ibarat sebuah aksioma (pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian) dalam ilmu ukur.

Malahan dalam 66 buku Kitab Suci kita menemukan sebuah cerita yang luas seperti apa Allah itu dan bagaimana dia berhubungan dengan kita umat manusia yang telah jatuh, yang Dia rindu untuk menebusnya.

Pelajaran pekan ini berpusat pada suatu aspek mengenai sifat Allah yang mendasar dalam Kitab Suci, dan itu adalah kekudusan Allah. Ya Allah itu kasih. Dan Allah meminta kita memanggilnya “Bapa” Dan ya Allah itu sabar pengampun dan peduli.

Tetapi berdasarkan Kitab Suci, pokok utama pemahaman kita tentang Allah adalah kekudusan-Nya. Baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, kekudusan Allah mendasari pernyataan-Nya tentang diri-Nya. Tema ini muncul di seluruh Alkitab dalam satu cara atau cara lain.

Namun, apakah artinya mengatakan bahwa Allah itu kudus? Bagaimanakah Alkitab melukiskan kekudusan-Nya? Dan bagaimanakah kita, sebagai makhluk yang najis karena dosa berhubungan dengan Allah yang kudus?


*Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat 4 Februari 2012.




PENDALAMAN

Jumat, 27 Januari 2012


PENDALAMAN: Bagaimanakah kasih karunia dan penghakiman dapat bekerja bersama-sama? Disinilah bagaimana inspirasi menyatakannya.


“Sementara Yesus memohon bagai orang-orang yang menerima rahmat-Nya, setan menuduh mereka dihadapan Allah sebagai pelanggar-pelanggar. Penipu besar itu berusaha menuntun mereka kepada keragu-raguan, untuk menghilangkan kepercayaan mereka kepada Allah untuk memisahkan mereka dari kasih-Nya, dan melanggar hukum-Nya. Sekarang ia menunjuk kepada catatan kehidupan mereka, kepada cacat tabiat mereka, ketidakserupaannya dengan Kristus yang telah mempermalukan Penebus mereka, kepada semua dosa-dosa yang telah digodakannya agar dibuat, dan oleh sebab semua ini, ia mengatakan bahwa orang-orang itu adalah rakyatnya, pengikut-pengikutnya”.

“Yesus tidak memaafkan dosa-dosa mereka, tetapi menunjukan penyesalan mereka atas dosa mereka itu dan iman mereka, dan dalam memohon pengampunan bagi mereka Ia mengangkat tangan-Nya yang telah terluka itu di hadapan Bapa dan malaikat-malaikat suci, sambil berkata “Aku mengenal nama-nama mereka. Aku telah mengukir mereka di telapak tangan-Ku”. – Ellen G. White, Alfa dan Omega, Jilid 8, Halaman 506, 507.

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN:

1. Bagaimanakah pernyataan diatas menolong Anda memahami peran kasih karunia dalam penghakiman? Bagaimanakah Ellen G.White menjelaskan orang-orang yang beriman kepada Allah , dan mengapa hal itu sangat penting? Bagaiamanakah Anda melihat diri sendiri dijelaskan disana?

2. Bayangkan Anda sendiri dihadapan Allah dengan segala sesuatu yang pernah Anda lakukan, baik atau buruk, dibukakan. Bagaimanakah perasaan Anda? Dapatkah Anda berdiri dihadapan Allah dengan dasar perbuatan baik Anda, bahkan satu hal yang telah Anda lakukan dengan tulus dan motivasi yang sangat jujur? Apakah Anda pikir bahwa itu cukup untuk membuat Anda berharga dihadapan Pencipta Anda? Bagaimanakah jawaban Anda menolong Anda memahami perlunya kasih karunia?

3. Apakah jebakan yang mematikan dari berpikir bahwa karena kita diselamatkan oleh kasih karunia, jadi tidak masalah apapun yang kita lakukan? Bagaimanah Anda dapat menjaga diri Anda agar tidak terjebak ke dalam tipu muslihat itu?

4. Orang kadang-kadang memperingatkan kita akan”kasih karunia murahan”. Namun, tidak ada yang seperti itu. Kasih karunia tidaklah murah – itu adalah gratis. Yang murahan adalah bilamana orang megunakan kasih karunia itu sebagai alasan untuk melakukan dosa. Contoh apakah dari kecurangan tersebut dapat dilihat dalam dunia Kristen? Atau bahkan dalam Gereja kita sendiri?

RANGKUMAN: Allah adalah Allah keadilan dan keadilan memerlukan penghakiman. Allah juga adalah Allah kasih karunia. Betapa pentingnya kita, sebagai umat Kristen Advent, menyatakan pekabaran tiga malaikat, memahami kedua kebenaran Ilahi ini dan apa yang dinyatakannya kepada kita mengenai Allah kita.

SAAT PENGHAKIMAN-NYA

Kamis, 26 Januari 2012

“Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersermbunyi yang tidak akan diketahui” (Matius 10:26).

Melihat keadaan dunia sekarang ini, seharusnya kita tidak sulit memahami ide tentang penghakiman dan penghukuman. Seseorang tidak harus menjadi orang Kristen yang saleh untuk menyadari bahwa ada sesuatu yang benar-benar salah dengan umat manusia. Siapakah yang tidak dapat melihat kehancuran hebat, bahkan bencana, akibat ulah manusia? Mungkin kita menangis sangat keras ketika kita lahir karena, secara naluri, kita mengetahui apa yang akan datang. “Saya menangis ketika saya lahir dan setiap hari menunjukan mengapa”, demikian isi sebuah puisi. Siapakah yang tidak terkait disini? Siapah yang tidak pernah menjadi korban ketamakan, egoism, dan kekikiran manusia? Atau siapakah yang tidak pernah menjadi tamak, egois, dan kikir seperti itu?

Jadi, jika Allah adil, dan jika keadilan merupakah sifat utama-Nya, siapakah diantara kita dapat berdiri di hadapan-Nya? Jika Allah mengetahui bahkan semua rahasia kita, rahasia perbuatan kita (Pengkhotbah 12:14) [apalagi yang telah kita lakukan didepan umum], kesempatan apakah yang kita miliki bahkan yang paling saleh di antara kita, pada hari penghakiman, ketika semua hal ini akan dinyatakan?

Pengkhotbah 12:14

Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.


Untungnya, Allah kita juga adalah Allah yang penuh kasih karunia. Seluruh rencana keselamatan telah ditetapkan sehingga setiap umat manusia bisa bebas dari penghukuman yang dituntut oleh keadilan Allah. Tanpa kasih karunia, kita semua akan dihabisi oleh keadilan Allah. Lalu satu-satunya pengharapan kita adalah berdiri di hadapan Allah yang adil, yang juga penuh kasih karunia.

Baca pekabaran malaikat pertama dalam Wahyu 14:6,7. Bagaimanakah ayat ini menyatakan hubungan antara keadilan Allah dan kasih karunia-Nya? Bagaimanakah itu juga sejajar dengan Kejadian 3 dan bagaimanakah hal itu menunjukan hubungan antara kasih karunia dan penghakiman?


Yohanes 14:6,7

14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."


Betapa menarik bahwa sebelum amaran tentang “saat penghakiman-Nya telah tiba” malaikat menyatakan “Injil yang kekal”. Semestinya demikian, jika tidak penghakiman akan menghukum semua manusia. Tidak satupun akan mendapat kesempatan karena semua telah berdosa, semua telah melanggar hokum Allah. Di sini, diantara pekabaran amaran terakhir kepada dunia, kasih karunia Allah telah dinyatakan. Jika tidak, penghakiman akan menghukum setiap orang, tanpa kecuali. Tanpa kasih karunia, pekabaran apakah yang akan kita miliki untuk dunia ini kecuali bahwa Allah akan menghancurkan kita semua dan tidak ada pengharapan untuk selamat? Untungnya, pekabaran yang kita miliki mempunyai dasar “Injil yang kekal”.

Peran apakah yang Anda lakukan dalam menolong menyebarkan pekabaran penghakiman dan kasih karunia ini kepada orang lain? Apakah lagi yang bisa Anda lakukan untuk menolong menyebarkan pekabaran itu, karena kemungkinan besar, Anda dapat melakukan lebih dari itu, benar bukan?

PENGHUKUMAN DAN KASIH KARUNIA

Rabu, 25 Januari 2012


Semua orang pasti sudah akrab dengan ayat Yohanes 3:16. Namun ayat sesudahnya, memperluas dan bahkan menjelaskannya lebih baik.

Yohanes 3:16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.


Baca Yohanes 3:17-21. Apakah yang dikatakan mengenai penghakiman? Mengenai kasih karunia? Bagaimanakah ayat ini menyatakan kepada kita betapa kasih karunia dan penghakiman bekerja bersama-sama?

Yohanes 3: 17-21

3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;

3:21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

Kata yang diterjemahkan “menghukum” dalam ayat 17 (KJV) juga sama artinya dengan “menghakimi” dalam beberapa terjemahan. Meskipun dengan jelas konteks itu tentang penghukuman, namun Allah telah menjelaskannya di bayak ayat lain bahwa dunia ini akan dihakimi.

Dua tema muncul dalam ayat ini, kasih karunia dan penghakiman, dan keduanya terjalin secara radikal. Dosa dan kegelapan serta kejahatan telah dibawa kepada pengadilan karena Allah yang adil harus menghakimi dan menghukum hal-hal ini. Pada waktu yang bersamaan, kasih karunia Allah ditawarkan kepada orang yang bersalah, dan yang akan datang oleh iman mereka kepada Yesus Kristus. Itulah yang dikatakan ayat itu. Sangat sederhana. Kebenaran Kristus menutupi orang tersebut, dan orang tersebut berdiri tanpa penghukuman, sekarang dan dalam penghakiman.

Alasan apakah diberikan ayat ini mengenai penghukuman?

………………….....................………………………………………………………………………..............................................................

Menurut ayat-ayat ini, kegagalan umat manusialah yang menyebabkan penghukuman.

Dan itu karena semua orang telah berdosa dan semua layak mati karena akibat dosa adalah maut. Ayat ini dengan jelas membuktikan ketidakbenaran gagasan bahwa sesudah penyaliban, semua manusia secara otomatis telah dibenarkan. Sebaliknya sesudah penyaliban, seluruh dunia yang telah terhukum ini DITAWARKAN keselamatan memlalui pendamaian dalam kematian Yesus Kristus, yang sangat cukup untuk semua umat manusia. Setiap orang layak dihukum; walaupun demikian, setiap orang, yang oleh kasih karunia Kristus menerima syarat yang ditawarkan, layak diampuni, dibenarkan, dan ditebus melalui Kristus. Penghukuman yang harus mereka terima itu, dibatalkan melalui jasa Yesus, dan mereka berdiri di dalam kebenaran-Nya.

Dalam kenyataannya, apakah artinya kasih karunia terlepas dari prospek penghukuman? Sebagaimana penghukuman adalah termasuk penghakiman, demikian jugalah dengan kasih karunia. Di mana tidak ada potensi untuk penghakiman (dan penghukuman), tidak akan diperlukan kasih karunia. Ide kasih karunia itu sendiri menuntut adanya ide penghukuman. Oleh karena itu, lebih banyak alasan untuk melihat bagaimana kasih karunia dan penghakiman saling berhubungan.

AIR BAH

Selasa, 24 Januari 2012

Para pengkritik Alkitab membuat suatu kesepakatan tentang fakta bahwa peradaban kuno lainnya mempunyai cerita mereka sendiri tentang air bah. Mereka memperdebatkan bahwa cerita Alkitab tidaklah unik, asli, atau bahkan benar tetapi itu hanyalah sebuah cerita tiruan dari dongeng atau mitos sebelumnya.

Sebaliknya, mereka yang percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah melihat cerita ini sebagai penegasan terhadap realitas air bah. Air Bah terjadi, dan Kitab Kejadian memberikan tulisan inspirasi tentang itu. Tulisan ini sangat berbeda dengan versi-versi yang lain. Seperti halnya salah satu versi mengatakan bahwa air bah terjadi karena manusia tiap malam berpesta pora dan membuat banyak keributan dan mengganggu dewa-dewa yang sedang tidur. Dewa-dewa, jengkel karena kurang istirahat, lalu mengirimkan air bah untuk menghukum mereka.

Alasan apakah yang diberikan oleh catatan Alkitabiah tentang air bah untuk penghakiman yang akan menimpa bumi? Kejadian 6:5.

Kejadian 6:5

Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

Kecenderungan hati manusia sudah sangat jahat sehingga mereka pantas untuk kematian dan kebinasaan, hal itu tidak sukar dimengerti, berbeda dengan kita sekarang ini, kita tetap hidup sebagaimana adanya di satu dunia dimana kejahatan sudah semakin bertambah-tambah. Pandangan orang Kristen tentang keberdosaan manusia, walaupun sering dicemoohkan, selalu bisa dibuktikan secara konstan. Bahwa kita mampu melakukan perbuatan baik belum tentu membuat kita baik. Bagaimanapun juga, seorang pemimpin gerombolan penjahat Amerika, Al Capone mencintai anak-anak, bermurah hati terhadap oang yang bersalah, dan memperlakukan temannya dengan ramah. Walaupun demikian siapakah yang akan menyebut dia orang baik?

Bahkan di tengah-tengah janji penghakiman yang akan dating, bagaimanakah kasih karunia Allah dinyatakan dalam cerita air bah? (Baca Kejadian 6:14-22; II Petrus 2:5).

Kejadian 6:14-22

6:14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.

6:15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.

6:16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.

6:17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.

6:18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.

6:19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa.

6:20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.

6:21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka."

6:22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.


Dengan membangun bahtera, Nuh telah mengamarkan dunia tentang penghakiman. Implikasinya juga adalah bahwa periode kasih karunia, sebuah kesempatan untuk berbalik dari kejahatan dan menerima keselamatan Allah. Ellen White menulis bahwa “Jikalau orang-orang sebelum air bah itu percaya akan amaran itu, dan bertobat dari kejahatan mereka, Tuhan akan menahankan murka-Nya”. – Alfa dan Omega, jilid I, halaman 102).

Pembangunan bahtera ditawarkan kepada setiap orang yang mengindahkan amaran itu untuk tempat, perlindungan yang nyaman dari kehancuran yang akan dating. Tidak diragukan, penghakiman pasti datang. Tetapi kasih karunia telah ditawarkan kepada semua orang yang mau menerimanya sebelum pintu kasihan tertutup.

Seberapa seringkah Allah menyatakan kasih karunia—Nya kepada Anda? Mungkin, lebih dari yang dapat Anda hitung. Bagaimanakah Anda belajar lebih berserah kepada kasih karunia itu dan membiarkannya membentuk Anda dalam peta Kristus?

PENGHAKIMAN DAN KASIH KARUNIA DI TAMAN EDEN

Senin, 23 Januari 2012

Coba pikirkan hal ini: Sebelum ada dosa, tentu tidak perlu kasih karunia karena tidak ada yang mau diampuni, tidak ada yang dimaafkan, tidak ada yang ditutupi. Itu sama halnya dengan penghakiman. Sebelum ada dosa, tidak ada yang mau dihakimi, tidak ada yang mau ditebus, tidak ada yang mau dihukum. Baik kasih karunia maupun penghakiman timbul, sedikitnya dalam konteks manusia, hanyalah oleh karena dosa umat manusia.


Baca Kejadian 3, catatan mengenai kejatuhan. Dalam cara apakah kedua tema tersebut, penghakiman dan kasih karunia dinyatakan?

Kejadian 3

3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,

3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"

3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."

3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."

3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."

3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;

3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

3:20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.

3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.


Setan berhasil membawa dosa ke dunia ini, sebagai akibatnya segala sesuatu berubah. Dengan segera, Tuhan masuk, dan memanggil “dimanakah engkau?’ Pertanyaan ini tidak terlihat sebagai tindakan menjatuhkan hukuman: itu lebih cocok sebagai ajakan untuk datang kepada-Nya. Oknum yang menciptakan dan mengasihi mereka. Itu adalah suatu panggilan untuk berpaling dari penipu mereka dan kembali kepada Pencipta mereka.

Perhatikan juga, apa yang terjadi. Beberapa baris pertama dari perkataan yang diucapkan Allah dalam dunia yang telah jatuh ini adalah pertanyaan (lihat Kejadian 3:9, 11, 13). Dan hal yang pertama Allah katakana setelah dia selesai bertanya adalah menyatakan penghakiman-Nya terhadap ular itu, apakah yang Allah katakana?

Ayat 15 adalah janji Injil yang pertama. Segera sesudah Dia menyatakan penghakiman-Nya terhadap ular, kemudian dengan segera juga Dia memberikan pekabaran pertama mengenai kasih karunia, penebusan, dan keselaman kepada manusia. Dan hanya seketika sesudah memberikan janji Injil, Dia kemudian mulai menyatakan penghakiman-Nya terhadap laki-laki dan perempuan itu. Walaupun mereka telah jatuh, hal pertama yang Allah berikan kepda mereka adalah pengharapan dan kasih karunia—kasih karunia yang membentuk dasar terhadap penghakiman yang telah dibentangkan. Jadi, sebelum penghakimanpun, janji kasih karunia telah diberikan bagi mereka yang mau menerimanya.

Sangat terlambat bagi Setan; kebinasaannya dipastikan. Tetapi disana, bahkan diantara penghakiman yang telah disampaikan kepda laki-laki dan perempuan itu, Allah membuat kasih karunia-Nya dikenal.

Kemudian, pada permulaan sejarah kejatuhan manusia, hubungan antara dosa, dosa, penghakiman, dan kasih karunia Allah muncul. Walaupun Allah harus menghakimi dan menghukum dosa, janji kasih karunia selalu ada, selalu hadir, selalu tersedia untuk setiap orang yang mau menuntutnya bagi dirinya sendiri.

Dengan cara apakah Allah mungkin berkata kepada Anda, “Dimanakah engkau? Apakah yang sedang Anda lakukan itu, barangkali, membuat Anda bersembunyi dari Dia? Mengapa memahami kasih karunia adalah langkah awal yang penting sekali dalam memperhatikan panggilan-Nya untuk lebih dekat kepada Dia dan menjauh dari pendusta itu?