Selasa, 21 Februari 2012

LINGKUNGAN DAN SABAT

Rabu, 22 Februari 2012

LINGKUNGAN DAN SABAT

“Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas” (Amsal 27:20). Bagaimanakah kebenaran ayat ini langsung berdampak terhadap seluruh pertanyaan akan kepedulian ciptaan dan bahaya akan sikap eksploitasi kita terhadap lingkungan?

Amsal 27:20

Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas.

Seperti pernyataan (pelajaran hari Senin), masalah pokok dari lingkungan kita saat ini ialah: “keegoisan dan kegelojohan manusia untuk mendapatkan lebih dan lebih banyak lagi melalui peningkatan produksi, pemakaian yang tidak terbatas dan pengurangan sumber daya bumi yang tidak dapat di perbaharui lagi”. Dengan kata lain, manusia hanya ingin lebih dan lebih, dan satu-satunya tempat mereka untuk mendapatkannya adalah bumi ini. Masalahnya bukan dengan penggunaan sumber daya alam, tetapi adalah keserahkahan manusia yang tidak pernah merasa cukup. Kapankah Anda terakhir kali mendengar seseorang tidak peduli seberapa kaya dia, mengatakan bahwa mereka telah mempunyai cukup uang?

Di tengah-tengah semuanya ini, Allah telah memberikan kepada umat manusia karunia Sabat.

Bacalah ayat-ayat tentang Sabat berikut ini. Walaupun kita cenderung memikirkan ayat-ayat tersebut dalam konteks lain, cobalah pikirkan dalam konteks bagaimana memelihara Sabat, dengan memerintahkan kita untuk berhenti dari pekerjaan kita, untuk berhenti dari mencari uang dan melakukan kegiatan bisnis kita, dapat berdampak yang nyata pada kebaikan lingkungan.

Keluaran 20:8-11 …………………………………………………………………………………………

Nehemia 13:16-19 ………………………………………………………………………………………..

Keluaran 20:8-11

20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Nehemia 13:16-19

13:16 Juga orang Tirus yang tinggal di situ membawa ikan dan pelbagai barang dagangan dan menjual itu kepada orang-orang Yehuda pada hari Sabat, bahkan di Yerusalem.

13:17 Lalu aku menyesali pemuka-pemuka orang Yehuda, kataku kepada mereka: "Kejahatan apa yang kamu lakukan ini dengan melanggar kekudusan hari Sabat?

13:18 Bukankah nenek moyangmu telah berbuat demikian, sehingga Allah kita mendatangkan seluruh malapetaka ini atas kita dan atas kota ini? Apakah kamu bermaksud memperbesar murka yang menimpa Israel dengan melanggar kekudusan hari Sabat?"

13:19 Kalau sudah remang-remang di pintu-pintu gerbang Yerusalem menjelang hari Sabat, kusuruh tutup pintu-pintu dan kuperintahkan supaya jangan dibuka sampai lewat hari Sabat. Dan aku tempatkan beberapa orang dari anak buahku di pintu-pintu gerbang, supaya tidak ada muatan yang masuk pada hari Sabat.

Tentu saja, Sabat adalah perihal mengingat bahwa Allah telah menciptakan dunia ini (seharusnya hal itu membuat kita sadar tentang bagaimana kita memperlakukannya), tetapi Sabat juga adalah mengenai berhenti dari usaha mencari uang.

Oleh memelihara Sabat, dengan tujuan mengambil sepertujuh dari kehidupan kita setiap pekan tanpa pengecualian, dan tidak mengejar kekayaan uang dan harta, kita tidak hanya memiliki sebuah pengingat mingguan yang kuat bahwa kehidupan bukan hanya sebatas mencari uang, tetapi kita juga sering menahan diri dari pengejaran semuanya itu, yang bilamana dilakukan secara berlebihan, akan menimbulkan kerusakan pada bumi.

Bagaimanakah pemeliharaan Sabat menjadi satu cara menolong mengendalikan ketamakan diri Anda dan keinginan untuk mendapatkan lebih lagi? Seberapa seringkah daya tarik uang mencobai Anda untuk melanggar hari Sabat?

Senin, 20 Februari 2012

PEMELIHARAAN CIPTAAN

Selasa, 21 Februari 2012

PEMELIHARAAN CIPTAAN

Persoalan lingkungan, dan kepedulian terhadap lingkungan, tidak secara khusus dan terbuka ditujukan dalam Alkitab. Tentu saja, banyak hal tertentu yang Alkitab tidak sebutkan. Apa yang Alkitab lakukan, dan lakukan lagi dan lagi, ialah memberikan kita prinsip-prinsip yang harus kita aplikasikan ke semua aspek kehidupan, termasuk soal lingkungan.

Pikirkan mengenai Matius 22:37-40. Dalam hal apakah prinsip-prinsip itu dapat mengajar kita tentang dampak dari sikap kita terhadap lingkungan, terutama ketika penyalahgunaan lingkungan dapat menyebabkan efek yang merusak yang lain?


Matius 22:37-40

22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."


Mula-mula dalam Alkitab, kita diberikan beberapa indikasi bahwa manusia dipanggil menjadi penatalayanan atas apa yang Allah telah berikan kepada Adam di bumi ini. Meskipun konteks tersebut sangat spesifik, sangat sulit untuk melihat mengapa prinsip tersebut tidak berkelanjutan.

Kejadian 2:15 berkata, “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu”.

Dalam hal itu apakah ini menyatakan bagaimana umat manusia mula-mula berhubungan dengan bumi?

Perhatikan hubungan timbal balik di sini. Allah menciptakan lingkungan indah ini untuk manusia; itu telah diberikan kepadanya sebagai suatu pemberian. Namun, lihat apa yang Adam harus lakukan. Dia mengusahakan dan memeliharanya.

Terjemahan kata “memelihara” berasal dari Bahasa Ibrani, smr, yang artinya “menjaga” atau “merawat” atau “melindungi”.

Dengan demikian, baik dari awalnya, bahkan dalam masa sebelum kejatuhan dunia, Adam telah dipanggil menjadi pengurus lingkungan dimana dia di tempatkan. Allah tidak menyuruh dia untuk mengeksploitasinya, mengusahakannya untuk kepentingan dirinya sendiri, atau mengeluarkan dari situ apa yang dia mau. Malah dia disuruh untuk mengusahakannya dan melindunginya.


Apakah alasan kita untuk mempercayai bahwa dasar ini telah berubah? Kenyataannya, jika untuk melakukan inilah Adam telah dipanggil di dunia ini sebelum dosa masuk, seberapa lebih pentingkah penatalayanan yang baik atas dunia setelah semua itu dihancurkan oleh dosa?


Seberapa sadarkah Anda dalam kepedulian terhadap lingkungan? Seberapa besarkah anda peduli akan itu? Betapa pentingkah atau tidak pentingkah itu bagi Anda? Bawa jawaban Anda di kelas pada hari Sabat.



Minggu, 19 Februari 2012

SEBUAH PERNYATAAN TENTANG KEPEDULIAN CIPTAAN

Senin, 20 Februari 2012



SEBUAH PERNYATAAN TENTANG KEPEDULIAN CIPTAAN

Bagaimanakah, orang Advent menanggapi pertanyaan penting tentang lingkungan? Bagaimanakah kita dapat terlibat dan berusaha untuk menjaga keseimbangan yang benar? Di bawah ini sebuah pernyataan resmi, disampaikan oleh pemimpin gereja tahun 1995.

“Umat Masehi Advent Hari Ketujuh percaya bahwa manusia telah diciptakan dalam rupa Allah, sehingga mewakili Allah sebagai penatalayanan-Nya, untuk mengatur lingkungan alam dengan cara yang tepat dan bermanfaat.

“Disayangkan, kecurangan dan eksploitasi telah menguasai manusia dalam menjalankan tanggung-jawabnya. Usaha laki-laki dan perempuan semakin meningkat dalam penghancuran sumber daya alam, yang mengakibatkan penderitaan yang menyebar luas, lingkungan yang berantakan, dan ancaman perubahan iklim. Sementara penelitian ilmu pengetahuan perlu dilanjutkan, sangat jelas dari bukti yang dikumpulkan bahwa peningkatan emisi bahan bakar yang merusak, penipisan ozon, perusakan hutan Amerika secara besar-besaran, yang disebut efek rumah kaca, semuanya itu telah mengancam ekosistem bumi.

“Masalah-masalah ini telah berkembang seiring dengan keegoisan dan kegelojohan manusia untuk mendapatkan lebih dan lebih banyak lagi melalui peningkatan produksi, pemakaian yang tidak terbatas dan pengurangan sumber daya bumi yang tidak dapat diperbaharui lagi. Krisis lingkungan berakar dari ketamakan umat manusai dan penolakannya menjadi penatalayanan yang baik dan setia dalam memelihara ciptaan Ilahi.

“Orang Advent menganjurkan gaya hidup sehat yang sederhana, dimana orang-orang menghindari penyalahgunaan dan pemborosan sumber daya alam. Kita dipanggil untuk menghargai ciptaan, terkendali dalam mengunakan sumber daya bumi, mengevaluasi kembali akan satu kebutuhan, dan menghormati martabat hidup ciptaan”. – Adventist Administrative Committee (ADCOM), dikeluarkan pada sesi General Conference di Utrecht, Belanda, 29 Juni – 8 Juli 1995.

Bagaimanakah ayat-ayat ini menolong kita memahami pernyataan gereja di atas? Kejadian 1:1,26, 9:7; Mazmur 24:1; 100; Yakobus 5:1,2,4,5; Ibrani 1:3.

Kejadian 1:1

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

Kejadian 1:26

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Mazmur 24:1

Mazmur Daud. TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.

Mazmur 100

100:1 Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!

100:2 Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!

100:3 Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

100:4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

100:5 Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Yakobus 5:1,2,4,5

5:1 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!

5:2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!

5:4 Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.

5:5 Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.

Ibrani 1:3

Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

Sebagai seorang Kristen yang percaya bahwa dunia ini dan kehidupan serta sumber-sumber di dalamnya ialah pemberian Allah, kita harus menjadi baris terdepan untuk merawatnya. Jika Anda percaya bahwa bumi hanyalah sebuah ciptaan yang kebetulan, produk dari kekuasaan yang tidak peduli, seseorang bisa dibiarkan mengeksploitasinya sesuka hati mereka. Bilamana kita memahami bahwa dunia ini diciptakan oleh Allah dan Ia menopangnya, sangat sulit bagi kita untuk melakukan apa pun selain bertanggung jawab merawatnya.

Bagaimanakah dampak keegoisan Anda pada cara Anda memperlakukan lingkungan ini? Dan apakah yang salah dengan sikap yang mengatakan “Yah, saya hanya satu orang, jadi apa masalahnya?”



GERAKAN PEMBEBASAN UDANG LOBSTER !

Minggu, 19 Februari 2012

GERAKAN PEMBEBASAN UDANG LOBSTER !


Beberapa tahun yang lalu seorang pakar lingkungan memasuki sebuah restoran sea food. Di depannya, terletak sebuah wadah besar, terdapat enam ekor udang Maine Lobster yang kemungkinan akan mati sebelum restoran itu tutup. Seorang pelanggan akan mengambil seekor yang dia ingin makan, dan segera lobster tersebut ditaruh ke piring, barangkali, dengan tambahan kentang yang lembut dalam keju.

Bergerak diam-diam, pakar lingkungan itu memegang seb uah tas memasukkan tangannya kedalam wadah besar itu, mengambil lobster pertama, dan melemparkannya ke dalam tasnya, dan berlari. Dia kemudian meletakan lobster tersebut dalam sebuah wadah dalam mobilnya dan mengemudikan mobilnya ke tepi laut. Disana, sebuah helicopter membawa dia ke tengah lautan, dan kemudian dia mengembalikan lobster itu ke dalam air. Pembebas lobster meyambar lagi!.

Orang tersebut tidak sendirian dalam kepeduliannya. Anda dapat mengunjungi situs “Lobster Liberation” yang berbicara mengenai menyelamatkan udang dari orang yang ingin memakannya. Bahkan disitu ada bagian yang disebut “Petunjuk-petunjuk untuk melepaskan udang” menceritakan kepada Anda apa yang harus dilakukan ketika Anda menyelamatkan udang dari restoran.

Diwaktu lain, seorang artis wanita Amerika mendedikasikan satu episode acaranya untuk menyelundupkan udang dari restoran dan membebaskannya ke laut.

Peduli lingkungan adalah sebuah hal yang perlu dipikirkan, tetapi mencuri seekor lobster keluar dari sebuah restoran dan membawanya dengan helicopter kembali ke lautan nampaknya cukup ekstrem, betul atau tidak?

Semua itu menuntun kita kepada pertanyaan; Bagaimana umat Kristen Advent Hari Ketujuh, peduli terhadap lingkungan? Terlepas dari keanehan sang pembebas lobster, bagaimanakah seharusnya kita memelihara lingkungan? Bagaimanapun, bukankah Yesus akan datang segera? Bukankah seluruh pekabaran kebenaran kita menyatakan bahwa dunia ini akan berakhir, bahwa bumi ini akan rusak dan tidak akan abadi? Dengan pemahaman kita mengenai Kedatangan Kedua Kali, seberapa pedulikah kita sebenarnya terhadap bumi itu sendiri?

Baca II Petrus 3:10-14; Yesaya 51:6; 65:17, dan Wahyu 21:1. Apakah yang Alkitab ajarkan mengenai nasip akhir bumi ini? Bagaimanakah seharusnya pengajaran ini mempengaruhi cara kita melihat lingkungan kita?


II Petrus 3:10-14
3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup
3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.
3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.
3:14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
Yesaya 51:6
Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah ke bumi di bawah; sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk; tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya, dan keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir.
Yesaya 65:17
"Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.



Wahyu 21:1
Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.



Alkitab memastikan: dunia ini, bumi ini, tidak akan abadi. Tetapi akan dihancurkan oleh Allah , untuk menciptakan kembali, menjadi “langit yang baru dan bumi yang baru”. Namun tidak ada maaf untuk merusak lingkungan, seperti banyak orang melakukannya. Sementara kita tertawa atas kaum ekstremis itu, kita perlu hati-hati untuk tidak melakukan hal-hal yang ekstrem dalam diri kita.


Baca Roma 1:25. Pekabaran penting apakah yang harus kita ambil sehubungan dengan bagaimana kita menunjukan kepedulian dan perhatian kita terhadap ciptaan?


Roma 1:25
Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

Sabtu, 18 Februari 2012

Pemeliharaan Ciptaan

Pelajaran 8 * 18-24 Februari 2012



Pemeliharaan Ciptaan


SABAT PETANG

BACALAH UNTUK PELAJARAN PEKAN INI:

Roma 1:25; II Petrus 3:10-14; Kejadian 2:15; Nehemia 13:16-19; Ibrani 1:3; Mazmur 100; Kejadian 1:26-28


Roma 1:25

Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.


II Petrus 3:10-14

3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

3:14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.


Kejadian 2:15

TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.


Yeremia 13:16-19

13:16 Permuliakanlah TUHAN, Allahmu, sebelum Ia membuat hari menjadi gelap, sebelum kakimu tersandung di atas bukit-bukit yang diliputi senja, sementara kamu menanti-nantikan terang, tetapi Ia menjadikan hari kelam pekat dan mengubahnya menjadi gelap gulita.

13:17 Jika kamu tidak mau mendengarkannya, aku akan menangis di tempat yang tersembunyi oleh karena kesombonganmu, air mataku akan berlinang-linang, bahkan akan bercucuran, oleh sebab kawanan domba TUHAN diangkut tertawan.

13:18 Katakanlah kepada raja dan kepada ibu suri: "Duduklah di tempat yang rendah sekali, sebab mahkota kemuliaanmu sudah turun dari kepalamu!"

13:19 Kota-kota tanah Negeb sudah ditutup gerbangnya, dan tidak ada seorang pun yang membukanya. Segenap Yehuda sudah diangkut ke dalam pembuangan, diangkut ke dalam pembuangan seluruhnya.


Ibrani 1:3

Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,


Mazmur 100

100:1 Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!

100:2 Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!

100:3 Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

100:4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

100:5 Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.


Kejadian 1:26-19

1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

1:29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.



AYAT HAFALAN:

“TUHAN Allah mengambil manuasia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu” (Kejadian 2:15).


POKOK PIKIRAN:

Bagaimanakah seharusnya orang Kristen berhubungan dengan linkungan?


Bagaimanakah seharusnya kita sebagai umat Masehi Advent Hari Ketujuh, memikirkan mengenai lingkungan, terutama karena kita mengetahui bumi telah rusak, akan terus makin rusak, dan suatu hari akan dihancurkan, terbakar habis dalam lautan api: “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dasyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada diatasnya akan hilang lenyap” (II Petrus 3:10)? Tambahkan ini kepada keadaan manusia sekarang ini yang “berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap dibumi”. (Kejadian 1:26), dan tidak heran, bahwa kita harus berjuang bagaimana berhubungan dengan lingkungan yang memprihatinkan karena pencemaran.

Pada saat yang sama, sebagai pengurus atau penatalayan segala pemberian Allah, bukankah kita bertanggung jawab untuk merawat bumi ini? Bukankah Allah telah menciptakannya dan berfirman bahwa semuanya itu “sangat baik?”. Sebagai manusia dengan pekabaran istimewa mengenai Allah sebagai Pencipta (Wahyu 14:6,7), tidakkah kita seharusnya berupaya menanggapi serius pertanyaan tentang bagaimana memperlakukan ciptaan Allah?.

Pekan ini kita akan menyelidiki apa yang Alkitab katakan menyangkut hal-hal ini.


*Pelajarilah Pekan ini untuk persiapan Sabat 25 Februari 2012.