Minggu, 05 Februari 2012

HUKUM SEBELUM SINAI

Senin, 6 Februari 2012

HUKUM SEBELUM SINAI


Sebagaimana umat Masehi Advent Hari Ketujuh ketahui, manakala kita berbicara mengenai hukum, sepuluh hukum, dan Sinai, kita akan segera mendengar komentar bahwa Sepuluh Hukum diberikan pertama kali kepada Orang Yahudi di Sinai, maka, hukum itu adalah untuk orang Yahudi atau sebuah lembaga Perjanjian Lama dan tidak dapat dipakai untuk jaman kita sekarang ini.

Tentu saja banyak masalah terjadi dengan teologi tersebut, persoalan terbesar jika ini benar, bagaimanakah mungkin ada dosa sebelum Sinai, “Sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah” ( I Yohanes 3:4 )? Kenyataannya ialah bahwa buku Kejadian jauh sebelumnya telah memberi sebuah kesaksian yang menakjubkan akan keberadaan hukum Allah sebelum Sinai

Kejadian 1 dan 2 menjelaskan karya ciptaan Allah yang sempurna, Kejadian 3 mencatat kejatuhan Adam dan Hawa. Dalam pasal berikutnya, Kejadian 4, mencatat tentang pembunuh pertama,

Bagaimana Kain tahu bahwa dia bersalah telah membunuh saudaranya jika disana tidak ada hukum yang menegaskan pembunuhan sebagai dosa?

Jauh sebelum Sinai, Allah dengan tegas mencela pembunuhan dalam perjanjian yang Dia tetapkan dengn Nuh sesudah air bah (Kejadian 9:6). Dalam Kitab Ayub, kitab tertua dalam Alkitab, kita menemukan bahwa Allah memuji kebenaran Ayub dua kali. Apakah yang Dia katakan tentang karakter Ayub? (Ayub 1:8; Ayub 2:3). Sungguh disana ada standar mengenai perbuatan yang benar dan salah. Ayub hidup jauh sebelum Keluaran, bahkan dia belum termasuk dalam lingkup umat perjanjian.


Kejadian 9:6

Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.

Ayub 1:8

Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."


Ayub 1:3

Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.



Baca Ayub 24:14,15. Bagaimanakah ayat ini menolong kita memahami apa yang termasuk dalam standar kebenaran dan kesalahan?

Ayub 24:14,15

24:14 Pada parak siang bersiaplah si pembunuh, orang sengsara dan miskin dibunuhnya, dan waktu malam ia berlaku seperti pencuri.

24:15 Orang yang berzinah menunggu senja, pikirnya: Jangan seorang pun melihat aku; lalu dikenakannya tudung muka.



Ketika Abraham berbohong mengenai Sara kepada Abimelekh, Allah memarahi Abraham akan kebohongannya. Dan bahkan meskipun Abimelekh adalah raja Gerar dan bukan keturunan Israel, Allah menuntun dia kepada standar yang sama tentang kesucian pernikahan yang ditemukan dalam sepuluh perintah Allah dan meminta Sara dikembalikan kepada Abraham (baca Kejadian 20:9).

Kejadian 20:9

Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya: "Perbuatan apakah yang kaulakukan ini terhadap kami, dan kesalahan apakah yang kulakukan terhadap engkau, sehingga engkau mendatangkan dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hal-hal yang tidak patut kepadaku."



Kesaksian apakah Allah berikan kepada Ishak mengenai Abraham, ayahnya? Kejadian 26:4,5.

Kejadian 26:4,5

26:4 Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,

26:5 karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku."


Alangkah mengagumkan Kejadian 26:5 ini sehingga Bahasa Ibrani mengunakan empat kata yang berbeda, mshmrt, mzvot, huqot, dan lorot (dari Torah “hukum”) untuk menjelaskan apa yang Abraham turuti: tentu saja di antara semua ini adalah sepuluh hukum.


Ketika Allah menyuruh Yakub kembali ke Betel untuk membangun sebuah mezbah bagi-Nya, dia merasakan perlunya kebangunan rohani dalam rumah tangganya. Apakah yang dia minta untuk dilakukan oleh seisi rumahnya? (lihat Kejadian 35:2,3).

Kejadian 35:2,3

35:2 Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu.

35:3 Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh."


Dengan jelas, pemikiran bahwa tidak ada hukum sebelum Tuhan memberikannya di Sinai akan menghapus begitu banyak terang Alkitab yang mengajarkan mengenai kehidupan sebelum Sinai.




Sabtu, 04 Februari 2012

HUKUM DI SINAI

Minggu, 5 Februari 2012


HUKUM DI SINAI



Baca Keluaran 19:18,19; Keluaran 20:18; Ulangan 5:22; dan Ibrani 22:21, gambaran tentang pemberian hukum di Gunung Sinai. Mengapa hal itu menjadi sesuatu yang sangat mengerikan?

Keluaran 19:18,19

19:18 Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat.

19:19 Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh.

Keluaran 20:18

Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh.

Ulanagan 5:22

Firman itulah yang diucapkan TUHAN kepada seluruh jemaahmu dengan suara nyaring di gunung, dari tengah-tengah api, awan dan kegelapan, dan tidak ditambahkan-Nya apa-apa lagi. Ditulis-Nya semuanya pada dua loh batu, lalu diberikan-Nya kepadaku."

Ibrani 12:21

Dan sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata: "Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar."


“Bangsa Israel diliputi oleh kegentaran. Kuasa Allah yang hebat dalam mengucapkan hukum itu kelihatannya lebih besar dari pada apa yang dapat ditanggung oleh hati mereka yang dipenuhi kegentaran itu. Oleh karena apabila undang-undang yang agung itu dihadapkan kepada mereka, mereka baru menyadari tentang kejinya sifat dosa itu, dan juga kesalahan mereka dalam pemandangan Allah. Mereka undur dari bukit itu dengan rasa gentar dan takut”. –Ellen G. White, Alfa dan Omega, Jilid 1, Halaman 363.


Ada hal yang sangat kuat dalam kutipan Ellen White di atas. Sementara hukum diberikan kepada mereka, bangsa itu menyadari “tidak pernah sebelumnya” betapa buruknya dosa dan kesalahan mereka sendiri di mata Allah.

Jadi, dari awal hubungan perjanjian Bangsa Israel dengan Allah, kita dapat melihat sebuah pernyataan Injil dalam hukum. Hukum tidak pernah mengartikan suatu keselamatan, bahkan di Sinai; itu lebih menunjukan kepada bangsa itu kebutuhan mereka akan keselamatan. Tepat sesudah pemberian hukum, kepada mereka diberikan perintah untuk membangun kemah suci, yang menyatakan kepada mereka rencana keselamatan. Hukum menuntun manusia kepada salib, kepada kebutuhan mereka akan pendamaian dan penebusan. Maka , tidak heran, bahwa mereka gemetar di depan hokum, karena hokum menunjukan kepada mereka betapa berdosanya dan betapa dalamnya mereka telah jatuh.



Baca Roma 7:8-13. Bagaimanakah ayat-ayat tersebut mengungkapkan kebenaran penting ini? Apakah yang Paulus katakana tentang hokum? Lihat juga Mazmur 119:6

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Roma 7: 8-13

7:8 Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati.

7:9 Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup,

7:10 sebaliknya aku mati. Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian.

7:11 Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku.

7:12 Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.

7:13 Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa.

Mazmur 119:6

Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu.

Dalam suatu pengertian, Paulus disini sedang membicarakan tentang apa yang Ellen White katakan terjadi di Sinai. Masalahnya bukan dengan Hukum Allah; masalahnya ialah dengan orang berdosa yang telah melanggar hokum, sebagaimana kita semua telah melanggarnya. Paulus menunjukan bagaimana hukum tidak dapat dipisahkan dari Injil, bahwa hukum menunjukan kepada kita betapa berdosa dan jatuh kita ini.



Baca Keluaran 20:1-17. Apakah anda pernah merasa gemetar berhadapan dengan hukum Allah? Apakah anda menemukan diri anda sendiri diyakinkan oleh hukum itu? Perasaan apakah yang anda rasakan sementara membaca hukum dan membandingkan diri anda dengannya?

Keluaran 20:1-17

20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:

20:2 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.

20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

20:13 Jangan membunuh.

20:14 Jangan berzinah.

20:15 Jangan mencuri.

20:16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

20:17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."





Allah Pemberi Hukum

Pelajaran 6 *4-10 Februari 2012

Allah Pemberi Hukum




SABAT PETANG

BACALAH UNTUK PELAJARAN PEKAN INI:

Ibrani 12:21; Roma 7:8-13; Ayub 24:14,15; Keluaran 16:4-30; Ibrani 8:10, Ibrani 10:16; Roma 13:8-10


Ibrani 12:21

Dan sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata: "Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar."


Roma 7:8-13

7:8 Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati.

7:9 Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup,

7:10 sebaliknya aku mati. Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian.

7:11 Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku.

7:12 Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.

7:13 Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa.


Ayub 24:14

Pada parak siang bersiaplah si pembunuh, orang sengsara dan miskin dibunuhnya, dan waktu malam ia berlaku seperti pencuri.

24:15 Orang yang berzinah menunggu senja, pikirnya: Jangan seorang pun melihat aku; lalu dikenakannya tudung muka.

Keluaran 16:4-30

16:4 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.

16:5 Dan pada hari yang keenam, apabila mereka memasak yang dibawa mereka pulang, maka yang dibawa itu akan terdapat dua kali lipat banyaknya dari apa yang dipungut mereka sehari-hari."

16:6 Sesudah itu berkatalah Musa dan Harun kepada seluruh orang Israel: "Petang ini kamu akan mengetahui bahwa TUHANlah yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir.

16:7 Dan besok pagi kamu melihat kemuliaan TUHAN, karena Ia telah mendengar sungut-sungutmu kepada-Nya. Sebab, apalah kami ini maka kamu bersungut-sungut kepada kami?"

16:8 Lagi kata Musa: "Jika memang TUHAN yang memberi kamu makan daging pada waktu petang dan makan roti sampai kenyang pada waktu pagi, karena TUHAN telah mendengar sungut-sungutmu yang kamu sungut-sungutkan kepada-Nya -- apalah kami ini? Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, tetapi kepada TUHAN."

16:9 Kata Musa kepada Harun: "Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Marilah dekat ke hadapan TUHAN, sebab Ia telah mendengar sungut-sungutmu."

16:10 Dan sedang Harun berbicara kepada segenap jemaah Israel, mereka memalingkan mukanya ke arah padang gurun -- maka tampaklah kemuliaan TUHAN dalam awan.

16:11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

16:12 "Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu."

16:13 Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.

16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.

16:15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.

16:16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa."

16:17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit.

16:18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.

16:19 Musa berkata kepada mereka: "Seorang pun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi."

16:20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka.

16:21 Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.

16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.

16:23 Lalu berkatalah Musa kepada mereka: "Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi."

16:24 Mereka membiarkannya di tempatnya sampai keesokan harinya, seperti yang diperintahkan Musa; lalu tidaklah berbau busuk dan tidak ada ulat di dalamnya.

16:25 Selanjutnya kata Musa: "Makanlah itu pada hari ini, sebab hari ini adalah sabat untuk TUHAN, pada hari ini tidaklah kamu mendapatnya di padang.

16:26 Enam hari lamanya kamu memungutnya, tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat; maka roti itu tidak ada pada hari itu."

16:27 Tetapi ketika pada hari ketujuh ada dari bangsa itu yang keluar memungutnya, tidaklah mereka mendapatnya.

16:28 Sebab itu TUHAN berfirman kepada Musa: "Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-Ku dan hukum-Ku?

16:29 Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorang pun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu."

16:30 Lalu beristirahatlah bangsa itu pada hari ketujuh.


Ibrani 8:10

8:10 "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.


Ibrani 10:16

sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,


Roma 13:8-10

13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!

13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.


AYAT HAFALAN: “Sebab TUHAN ialah Hakim kita, TUHAN ialah yang member hokum bagi kita; TUHAN ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita”. (Yesaya 33:22).

POKOK PIKIRAN: Hukum Allah adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari seluruh isi Alkitab, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Itu juga merupakan ekspresi dari kasih-Nya. Dengan demikian, ketika kita mengasihi, kita menyatakan kesempurnaan dan keindahan hokum Allah.

Sebagai umat Masehi Advent Hari Ketujuh, kita sering mendengar pernyataan bahwa Hukum ialah catatan dari tabiat Allah. (Jika demikian, maka karena Allah tidak berubah, hokum adalah ekspresi dari tabiat Allah?

Andaikan Anda tinggal di satu negeri dengan seorang raja yang perkataannya adalah hokum. (“Negara, itulah saya”, seorang raja Perancis terkenal berkata).

Sekarang, andaikan raja mengeluarkan hokum yang menindas, keji, penuh rasa benci, diskriminasi, dan seterusnya. Bukankah hokum ini akan menjadi gambaran dari sifat raja itu; tidakkah hukum itu akan menyatakan karakternya?

Pikirkan beberapa sejarah raja lalim yang paling buruk. Bagaimanakah hokum-hukum yang mereka keluarkan menyatakan orang seperti apa mereka?

Dalam pengertian ini, hukum menyatakan tabiat dari pemberi hukum itu. Kemudian, apakah yang dinyatakan hukum Allah mengenai Allah? Bilamana kita memahami hukum Allah sebagai pagar, sebuah perlindungan, sesuatu yang diciptakan untuk kita, demi kebaikan kita, maka kita akan lebih mengerti seperti apakah Allah itu.

Pekan ini kita akan mempelajari tentang hukum dan pemberi hukum itu.


*Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 11 Februai 2012





Kamis, 02 Februari 2012

PENDALAMAN: “Kekudusan Allah”:

Jumat, 3 Februari 2012

Bunyi perdagangan dan tawar- menawar telah berhenti. Perasaan kagum menguasai himpunan itu. Adalah seolah-olah mereka didakwa di hadapan meja pengadilan Allah untuk memberi jawab atas segala perbuatan mereka. Ketika memandang kepada Yesus mereka melihat Keilahian memancar dari jubah kemanusiaan. Yang Maha Besar dari surga berdiri sebagaimana hakim akan berdiri kelak di akhirat, kini bukannya dikelilingi dengan kemuliaan yang kelak akan menyertai Dia, melainkan dengan kuasa yang sama untuk membaca jiwa. Mata-Nya menatap orang banyak itu, dan memperhatikan setiap orang. Perawakan-Nya nampak menjulang diatara mereka dengan keagungan yang penuh kuasa dan cahaya Ilahi menerangi wajah-Nya. Ia berbicara, dan suara-Nya terang dan nyaring itu -- yaitu suara yang di atas Gunung Sinai mengumumkan Taurat yang dilanggar oleh imam-imam dan penghulu-penghulu itu—terdengar menggema melalui segala kubah bait suci itu: ‘Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan’.

“Dengan perlahan-lahan turun dari tangga itu, serta mengangkat cambut tali yang terkumpul ketika masuk dalam ruangan itu, disuruhnya orang-orang yang sedang tawar-menawar pergi dari pekarangan Bait Suci itu. Dengan semangat dan kekerasan yang belum pernah ditunjukan-Nya dahulu, dibalikkan-Nya meja orang-orang yang sedang tukar-menukar uang itu … Tidak seorangpun berani menanyai wewenang-Nya … Yesus tidak menyesah mereka dengan cambuk itu, tetapi pada tangan-Nya cambuk yang sederhana itu napaknya dasyat seperti sebilah pedang yang berkilau-kilauan. Para pegawai Bait Suci, imam-imam yang berspekulasi, para tengkulak, pedagang dan pedagang ternak beserta segala domba-domba dan lembu-kambing mereka, berlarian kucar-kacir dari tempat itu, dengan satu-satunya pikiran hendak melepaskan diri dari hukuman hadirat-Nya.” – Ellen G.White, Alfa dan Omega, Jilid 5, Halaman 158,159.



PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN:

1. Dalam kelas, lihatlah jawaban Anda untuk pelajaran hari Senin pertanyaan terakhir. Apakah perbedaan utama antara kita dan Allah yang kudus? Jika ada, apakah cara untuk menghapuskan perbedaan itu?

2. Menurut pelajaran pekan ini, mengapa lebih mudah melihat kebenaran diri dan kepuasan diri, khususnya mengenai keadaan rohani yang dimiliki seseorang, dan mengapa ini merupakan tipuan yang sangat berbahaya?

3. Pikirkan seseorang yang anda tahu “kudus”, yang terlihat tulus, jujur, bersih dan seterusnya: seorang yang sungguh-sungguh “memisahkan diri” dari kebanyakan orang. Bagaimanakah respon Anda kepada orang itu? Apakah dia membuat Anda merasa baik atau buruk, dan mengapa?



RANGKUMAN: Boleh jadi lebih enak berfokus hanya pada kasih Allah daripada kekudusan-Nya. Memahami kekudusan Allah, dan keberdosaan kita, sangat penting untuk menolong kita mengerti secara keseluruhan arti pendamaian itu, mengapa hal itu mutlak diperlukan dan mengapa sangat mahal harganya.



...